Good Bye Kuliah….

22 01 2009

Minggu ini adalah minggu terakhir saya berada di bangku kuliah. Bangku kuliah tempat saya memperoleh ilmu itu, sebentar lagi akan saya tinggalkan. Bukan lantaran saya di-DO, tapi karena memang sudah waktunya ditinggalkan. Ilmu yg di berikan secara teori di kelas maupun secara praktek di laboratorium, sebentar lagi bisa saya terapkan dalam kasus-kasus di lapangan.. Ya..sebentar lagi saya akan PKL (Praktek Kerja Lapangan) selama 3 bulan. Dua bulan pertama saya di tempatkan di RSU Dr.Soetomo (atau yg lebih dikenal dengan Rumah sakit Karang Menjangan) dan sisanya di PT Jasa Tirta Mojokerto.Di tempat PKL nanti aka nada banyak hal akan saya pelajari. Karena apa yang di berikan secara teori, kadang tidak sesuai dengan apa yg ada di lapangan.

Setelah PKL, dilanjutkan PKN (Praktek Kuliah Nyata) di Jombang selama 2 minggu. Lalu masih ada UAP (Ujian Akhir Praktek) yg menati saya. Sebagai pemungkas ada KTI (Karya Tulis Ilmiah) yg semuanya akan dilaksanakan kurang dari 3 bulan.

Fuihhh..kelihatannya cukup melelahkan juga. Sepertinya setelah ini saya bisa menjadi agak kurusan sedikit, karena energinya banyak terkuras,,,heheheheh. Saya tidak tahu harus sedih atau bahagia. Sedih karena saya tidak bisa bersama dengan teman-teman dan praktek bersama lagi. Bahagia karena semua itu merupakan syarat kelulusan, yg berarti sebantar lagi saya akan lulus. Amien,,,,

Hari Jum’at besok adalah hari terakhir praktek saya di semester 5 ini. Nggak terasa ternyata saya sudah berada di akhir praktikum. Apa ya yg membuat sampai nggak kerasa??? Mungkin karena temen-teman…apalagi teman-teman di kelompok A Praktek. Saya labih banyak menghabiskan waktu bersama kelompok praktek ini daripada yg lain. Karena memang bidang yg saya geluti ini lebih banyak dituntut praktek daripada teori. Otomatis, saya jadi lebih banyak perktek bersama mereka. Kayak sudah klop aja…hehehe…Mulai dari berpesig-pesing ria dengan sampel urine, berjijay-jijay dengan sampel feces,terheran-heran saat praktek kimia amami, sampai berdarah-darah saat praktek sampling(ambil darah). Mungkin dari semua kelompok praktek, kelompok A ini yang paling narsis.Sukanya foto-foto, apalagi pas praktek.Pas di foto gayanya megang alat atau pipet, jadi biar gaya.hahahha.

Setelah ini saya akan belajar untuk “berjalan sendiri” tanpa teman-teman kelompok A. Nggak ada lagi tuh,,yg namanya cikikikan pas praktek,dimarahi dosen karena kerjanya lemot,terlambat ngumpulin laporan atau memecahkan alat praktek..Semoga saya masih bisa tertawa tanpa mereka.

GOOD LUCK, FRIENDS…….

eeee1

Iklan




Air Surabaya : Mulai Banger nih,,

22 01 2009

air1

Banger. Mungkin itu agak asing di telinga anda. Saya tak heran karena “banger” ini memang berasal dari bahasa Jawa. Banger bisa berarti air bersih (dari keran atau sumur) yg agak berbau dan berasa, tapi air ini masih terlihat jernih.

Saya mulai merasakan ke-bangeran air di Surabaya saat akan mengambil air wudlu di mushola kampus saya. Saat berkumur dengan air itu, saya merasa tidak enak,selain juga agak berbau lalu saya buang. Kok banger…… Itu komentar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak berkumur, karena berkumur itu sunnah dalam berwudlu. Dalam hati saya bertanya “ Kok bisa banger ya”???Padahal air di kampus saya itu berasal dari air PDAM. Maklumlah saya ini juga di ajari tentang kimia air, jadi agak penasaran gitu..heeehe. Ternyata hari itu tandon air di kampus saya, airnya tidak berasal dari air PDAM, tapi dari sumur pompa (mesin). Saya teringat kalo kemarin di sini hujan. Oh…..iya saya tahu kenapa kok begitu.

Karena kemarin disini hujan, maka air hujan meresap kedalam tanah. Semakin banyak air hujan yg turun, semakin banyak pula air yg meresap kedalam tanah. Di Surabaya itu banyak kali (sungai kecil) yg kumuh. Memang kumuh karena semua pembuangan rumah tangga, termasuk pembuangan dari kamar mandipun dialirkan ke kali tadi. Jarang sekali orang yg mempunyai septictank (bahasa jawanya sapiteng), mengingat jarak rumah di Surabaya yg saling dempet satu sama lain. Septictank dibuat minimal 10 meter dari sumber air minum/ air bersih. Ini untuk menghindarkan sumber tersebut dari pencemaran bakteri E.coli (bakteri pada faces). Bakteri E.cali menyebebkan diare. Lha,,,saat hujan turun, otomatis air di kali meluap dan meresap ke tanah di sekitarnya.Bila hujannya deras, maka semakin banyak pula air kali yg meresap ketanah dan lama-kelamaan resapannya makin jauh. Sambil meresap air ini juga membawa “harta karun” yg tak ternilai harganya, ya itu tadi segala limbah rumah tangga + kamar mandi. Karena resapannya luas, maka sumber air bersih bisa tercemar oleh “harta karun” itu. Apalagi sumber air bersih dibuat kurang dari I0 meter dari sumber harta tersebut. Ya…jadilah air pada sumber air tercemar. Tanda-tandanya itu air mulai berbau dan agak berasa bila dirasakan. Sebenarnya tidak baik juga menggunakan air seperti itu. Namanya saja sudah tercemar.

Lalu bagaimana dengan air PDAM yg terkenal bening dan bersih??? Apa sumbernya tidak tercemar juga??? Air PDAM itu diberi kaporit, yaitu bahan untuk menjernihkan dan membunuh bekteri pada air. Pemberian kaporit ini ada takarannya sendiri, jadi tidak bisa sembarangan. Terlalu banyak kaporit menyebabkan kadar klor sisa dalam air meningkat. Ini tidak baik untuk baku mutu kualitas air bersih.

Air merupakan sumber kehidupan. Sudah selayaknya kita menjaganya dari pencemaran. Karena pencemar yg paling utama adalah dari manusia sendiri. Apapun yg terjadi pada air, semuanya akan kembali ke manusia karena manusia adalah konsumen air yg paling utama dan terbesar.





Tikus,,,Tikus,,Tikus,,

22 01 2009

Pagi hari itu lain dari biasanya. Tiba-tiba saja anak-anak kost di tempat saya dibuat gempar dengan bau yang sangat menyengat, bau bangkai.Bau itu mulai terasa di dekat kamar mandi depan.Anak-anak menduga bau itu bau bangkai tikus, karena memang di kos saya itu banyak tikusnya. Yang biasanya mandi di kamar mandi depan, mendadak menjadi tidak mtikusau mandi karena bau. Akhirnya, mereka mandi di kamar mandi belakang. Saya sih santai-santai saja karena saya pengguna setia kamar mandi belakang. Setelah di usut, ternyata memang itu bau itu berasal dari bangkai tikus. Tikus itu mati di garasi. Kamar mandi depan ada di samping garasi, makanya baunya mampir ke kamar madi depan dulu sebelum mampir ke ruangan lain. Anak-anak tidak ada yang berani mendekati bangkai itu. Hi,,,,,,gilo….begitu katanya. Akhirnya mereka memanggil saya, karena saya tidak giloan sama tikus. Mereka menyuruh saya mengambil bangkainya, lalu dibuang. Padahal waktu itu saya sedang berdandan, mau pergi ke kampus, malah disuruh ambil bangkai tikus. Tapi tak apalah, wong tidak ada yang berani.

Saya mendekati sumber bau, dimana tikus itu tewas. Ketika saya lihat….Astagfirullah..tikusnya besar sekali, sebesar paha, hitam pula. Mengambil bangkai itu tidak semudah yg dibanyangkan, karena tikus itu posisinya terjepit di antara benda-benda lain. Benda-benda yang menghalangi saya singkirkan, lalu mayat tikus itu saya jepit pake kayu panjang dari 2 arah, dan,,,,selesai tahap evakuasinya. Lalu mayatnya saya masukkan kedalam plastic, untuk langsung di kebumikan. Tapi tidak melalau proses autopsy terlebih dahulu, karena di Surabaya ini tidak ada Rumah sakit Khusus Tikus.Proses pengkebumiannya juga cukup sederharna yaitu dibuang di tempat sampah.

Yang saya tidak habis pikir, bagaimana si tikus itu bisa masuk ke celah sempit diantara barang-barang. Bila di logika tidak mungkin tikus sebesar itu bisa masuk ke celah itu. Kemungkinan si tikus itu “menggepengkan diri” untuk bisa melewati celah sempit diantara barang-barang. Mungkin dia sedang berburu makanan. Saat si tkus itu mau keluar dari celah itu, dia nggak bisa. Akhirnya terdiam disitu, tanpa makanan, tanpa minuma dan akhirnya mati. Dari sini kemudian saya hubungkan dengan tikus sebagai lambing buat para koruptor. Makanya lambnagnya kok tikus, bukan hewan lain. Alasannya yak arena itu…si tikus itu lebih lihai dalam strategi “menyusup-menyusup” dalam mencari makan dengan menggepengkan diri. Walau memeng kelihatannya agak sengsara, tubuh kok digepengin???. Tapi kemudian si tikus itu berhasil juga masuk lewat jalan yg sempit itu.Kenapa yak kok memilih jalan yang sempit, padahal banyak jalan yang lebar. Jalan yg lebar kan banyak di lewati orang, sedang jalan yg sempit pasti jarang orang melewatinya..karena memeng sempit. Yang melewati jalan sempit bereti tidak ingin diketahui orang banyak. Entah apa saja yang tidak inigin di ketahui orang bannyak. Setelah sampai di tempat tujuan yang bayak makanannya, si tikus merasa nyaman. Lama-kalamaan akhirnya dia bosan juga. Mau keluar dari celah sempit itu, tapi ternyata tidak bisa, karena dia sudah terlalu “endut” untuk melewati celah itu, sudah makan terlalu banyak, jadi tidak bisa “ menggepengkan diri” lagi. Semakin lama semakin lama makananya habis kemudian matilah dia. Yang jadi masalah bukan karena dia mati, tapi dampak pada lingkungan tempat dia mati itu yang sangat merugikan, yaitu BAU.

Ya..begitulah para koruptor, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang banyak, untuk kepentingan pribadinya. Termasuk dengan melewati celah sempit yg sulit, tapi tidak ingin banyak orang tahu. Sekali dua kali mungin tidak ketahuan. Tidak ketahuan ini yang bikin mereka ketagihan lagi. Lagi lagi dan lagi sampai kenyang dengan uang. Setelah kenyang, mereka lupa kalau harus keluar. Akhirnya mereka hanya bisa diam di tempat karena kekenyangan. Saat orang lain tahu kalau si koruptor ini sedang sekarat akibat perbuatannya, semuanya sudah terlambat. Uang telah dihabisakan olehnya. Kini hanya tinggal “bau” busuk saja yg ditinggalkan para koruptor untuk orang lain. Sangat merugikan bukan?????????