Air Surabaya : Mulai Banger nih,,

22 01 2009

air1

Banger. Mungkin itu agak asing di telinga anda. Saya tak heran karena “banger” ini memang berasal dari bahasa Jawa. Banger bisa berarti air bersih (dari keran atau sumur) yg agak berbau dan berasa, tapi air ini masih terlihat jernih.

Saya mulai merasakan ke-bangeran air di Surabaya saat akan mengambil air wudlu di mushola kampus saya. Saat berkumur dengan air itu, saya merasa tidak enak,selain juga agak berbau lalu saya buang. Kok banger…… Itu komentar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak berkumur, karena berkumur itu sunnah dalam berwudlu. Dalam hati saya bertanya “ Kok bisa banger ya”???Padahal air di kampus saya itu berasal dari air PDAM. Maklumlah saya ini juga di ajari tentang kimia air, jadi agak penasaran gitu..heeehe. Ternyata hari itu tandon air di kampus saya, airnya tidak berasal dari air PDAM, tapi dari sumur pompa (mesin). Saya teringat kalo kemarin di sini hujan. Oh…..iya saya tahu kenapa kok begitu.

Karena kemarin disini hujan, maka air hujan meresap kedalam tanah. Semakin banyak air hujan yg turun, semakin banyak pula air yg meresap kedalam tanah. Di Surabaya itu banyak kali (sungai kecil) yg kumuh. Memang kumuh karena semua pembuangan rumah tangga, termasuk pembuangan dari kamar mandipun dialirkan ke kali tadi. Jarang sekali orang yg mempunyai septictank (bahasa jawanya sapiteng), mengingat jarak rumah di Surabaya yg saling dempet satu sama lain. Septictank dibuat minimal 10 meter dari sumber air minum/ air bersih. Ini untuk menghindarkan sumber tersebut dari pencemaran bakteri E.coli (bakteri pada faces). Bakteri E.cali menyebebkan diare. Lha,,,saat hujan turun, otomatis air di kali meluap dan meresap ke tanah di sekitarnya.Bila hujannya deras, maka semakin banyak pula air kali yg meresap ketanah dan lama-kelamaan resapannya makin jauh. Sambil meresap air ini juga membawa “harta karun” yg tak ternilai harganya, ya itu tadi segala limbah rumah tangga + kamar mandi. Karena resapannya luas, maka sumber air bersih bisa tercemar oleh “harta karun” itu. Apalagi sumber air bersih dibuat kurang dari I0 meter dari sumber harta tersebut. Ya…jadilah air pada sumber air tercemar. Tanda-tandanya itu air mulai berbau dan agak berasa bila dirasakan. Sebenarnya tidak baik juga menggunakan air seperti itu. Namanya saja sudah tercemar.

Lalu bagaimana dengan air PDAM yg terkenal bening dan bersih??? Apa sumbernya tidak tercemar juga??? Air PDAM itu diberi kaporit, yaitu bahan untuk menjernihkan dan membunuh bekteri pada air. Pemberian kaporit ini ada takarannya sendiri, jadi tidak bisa sembarangan. Terlalu banyak kaporit menyebabkan kadar klor sisa dalam air meningkat. Ini tidak baik untuk baku mutu kualitas air bersih.

Air merupakan sumber kehidupan. Sudah selayaknya kita menjaganya dari pencemaran. Karena pencemar yg paling utama adalah dari manusia sendiri. Apapun yg terjadi pada air, semuanya akan kembali ke manusia karena manusia adalah konsumen air yg paling utama dan terbesar.

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: