Tikus,,,Tikus,,Tikus,,

22 01 2009

Pagi hari itu lain dari biasanya. Tiba-tiba saja anak-anak kost di tempat saya dibuat gempar dengan bau yang sangat menyengat, bau bangkai.Bau itu mulai terasa di dekat kamar mandi depan.Anak-anak menduga bau itu bau bangkai tikus, karena memang di kos saya itu banyak tikusnya. Yang biasanya mandi di kamar mandi depan, mendadak menjadi tidak mtikusau mandi karena bau. Akhirnya, mereka mandi di kamar mandi belakang. Saya sih santai-santai saja karena saya pengguna setia kamar mandi belakang. Setelah di usut, ternyata memang itu bau itu berasal dari bangkai tikus. Tikus itu mati di garasi. Kamar mandi depan ada di samping garasi, makanya baunya mampir ke kamar madi depan dulu sebelum mampir ke ruangan lain. Anak-anak tidak ada yang berani mendekati bangkai itu. Hi,,,,,,gilo….begitu katanya. Akhirnya mereka memanggil saya, karena saya tidak giloan sama tikus. Mereka menyuruh saya mengambil bangkainya, lalu dibuang. Padahal waktu itu saya sedang berdandan, mau pergi ke kampus, malah disuruh ambil bangkai tikus. Tapi tak apalah, wong tidak ada yang berani.

Saya mendekati sumber bau, dimana tikus itu tewas. Ketika saya lihat….Astagfirullah..tikusnya besar sekali, sebesar paha, hitam pula. Mengambil bangkai itu tidak semudah yg dibanyangkan, karena tikus itu posisinya terjepit di antara benda-benda lain. Benda-benda yang menghalangi saya singkirkan, lalu mayat tikus itu saya jepit pake kayu panjang dari 2 arah, dan,,,,selesai tahap evakuasinya. Lalu mayatnya saya masukkan kedalam plastic, untuk langsung di kebumikan. Tapi tidak melalau proses autopsy terlebih dahulu, karena di Surabaya ini tidak ada Rumah sakit Khusus Tikus.Proses pengkebumiannya juga cukup sederharna yaitu dibuang di tempat sampah.

Yang saya tidak habis pikir, bagaimana si tikus itu bisa masuk ke celah sempit diantara barang-barang. Bila di logika tidak mungkin tikus sebesar itu bisa masuk ke celah itu. Kemungkinan si tikus itu “menggepengkan diri” untuk bisa melewati celah sempit diantara barang-barang. Mungkin dia sedang berburu makanan. Saat si tkus itu mau keluar dari celah itu, dia nggak bisa. Akhirnya terdiam disitu, tanpa makanan, tanpa minuma dan akhirnya mati. Dari sini kemudian saya hubungkan dengan tikus sebagai lambing buat para koruptor. Makanya lambnagnya kok tikus, bukan hewan lain. Alasannya yak arena itu…si tikus itu lebih lihai dalam strategi “menyusup-menyusup” dalam mencari makan dengan menggepengkan diri. Walau memeng kelihatannya agak sengsara, tubuh kok digepengin???. Tapi kemudian si tikus itu berhasil juga masuk lewat jalan yg sempit itu.Kenapa yak kok memilih jalan yang sempit, padahal banyak jalan yang lebar. Jalan yg lebar kan banyak di lewati orang, sedang jalan yg sempit pasti jarang orang melewatinya..karena memeng sempit. Yang melewati jalan sempit bereti tidak ingin diketahui orang banyak. Entah apa saja yang tidak inigin di ketahui orang bannyak. Setelah sampai di tempat tujuan yang bayak makanannya, si tikus merasa nyaman. Lama-kalamaan akhirnya dia bosan juga. Mau keluar dari celah sempit itu, tapi ternyata tidak bisa, karena dia sudah terlalu “endut” untuk melewati celah itu, sudah makan terlalu banyak, jadi tidak bisa “ menggepengkan diri” lagi. Semakin lama semakin lama makananya habis kemudian matilah dia. Yang jadi masalah bukan karena dia mati, tapi dampak pada lingkungan tempat dia mati itu yang sangat merugikan, yaitu BAU.

Ya..begitulah para koruptor, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang banyak, untuk kepentingan pribadinya. Termasuk dengan melewati celah sempit yg sulit, tapi tidak ingin banyak orang tahu. Sekali dua kali mungin tidak ketahuan. Tidak ketahuan ini yang bikin mereka ketagihan lagi. Lagi lagi dan lagi sampai kenyang dengan uang. Setelah kenyang, mereka lupa kalau harus keluar. Akhirnya mereka hanya bisa diam di tempat karena kekenyangan. Saat orang lain tahu kalau si koruptor ini sedang sekarat akibat perbuatannya, semuanya sudah terlambat. Uang telah dihabisakan olehnya. Kini hanya tinggal “bau” busuk saja yg ditinggalkan para koruptor untuk orang lain. Sangat merugikan bukan?????????

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: