kenapa ya????????

2 12 2008

Ini sebenarnya adalah cerita lama yang baru sempat saya tulis. Sekelumit cerita saat saya magang awal agustus lalu. Saya magang kerja di Laboratorium sebuah Rumah Sakit.

Saat magang itu, saya belajar untuk mengenal kondisi di tempat kerja, terutama pasien dan sampel (darah, urine dll). Ternyata memang apa yg di ajarkan di teori tidak bisa seluruhnya di terapkan di lapangan. Semua melihat kondisi. Senang sekali rasanya, bisa banyak belajar. Tapi ada satu hal yang tidak saya senangi. Maaf dulu sebelumya….mungkin ini lebih ke personal. Entah kenapa saya tidak suka sama yang namanya meremehkan sampel, maksudnya dalam mengerjakan sampel. Dan itu yang saya temui ketika magang. Bagi saya sampel itu ibarat nyawa. Bila di kerjakan (di periksa sembarangan) bisa-bisa hasil yang keluar tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Bila sudah begitu, diagnosa dokter juga tidak tepat. Obat yang di berikanpun juga tidak tepat. iya klo pasiennya tidak apa-apa, klo sampai meninggal bagaimana???? Padahal yang begitu itu adalah analis yang sudah lama bekerja.

Saya cuma diam saja. Tapi dalam hati…kok begitu ya??????????? Ya…..namanya kesadaran gak bisa diajarkan di sekolah manapun. kesadaran hanya muncul dari hati sebagai bagian dari rasa tanggung jawab atas apa yang di lakukan…

Iklan